Polda Kaltim ‘Sisir’ Gudang Beras di Balikpapan: 50 Ton Bantuan BAPANAS Diawasi Ketat, Distributor Diperingatkan Tak Main Harga

foto:istimewa

Balikpapan Upaya menjaga stabilitas pangan di Kalimantan Timur kembali diperketat. Senin (08/12/2025), jajaran Polda Kaltim melalui Subdit I Indagsi Ditreskrimsus melakukan inspeksi mendadak di gudang distribusi CV. Gunung Pangan Lestari, Balikpapan Selatan, tempat penyaluran 50 ton beras bantuan akomodasi dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS).

Gerak cepat ini dilakukan menyusul kekhawatiran adanya potensi penyimpangan harga dan distribusi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Pengawasan dilakukan bersama Dinas Perikanan dan Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan Kota Balikpapan, serta Sat Reskrim Polresta Balikpapan.

Di lokasi, petugas memastikan seluruh 10.000 kemasan beras ukuran 5 kg yang dikirim dari Surabaya tercatat lengkap dan siap didistribusikan. Setiap pallet, karung, hingga dokumen pengiriman diperiksa teliti untuk memastikan tidak ada manipulasi stok ataupun potensi “permainan”.

Polda Kaltim menegaskan bahwa harga wajib patuh aturan. Distributor telah mematok Rp15.000 per kilogram, sementara ritel harus mengikuti HET Rp15.400 per kilogram. “Tidak ada toleransi bagi pihak yang mencoba mengambil keuntungan berlebih dari program pemerintah,” tegas petugas di lapangan.

Untuk mengunci komitmen, pakta integritas ditandatangani antara distributor dan seluruh instansi pengawas. Distributor juga diwajibkan memberikan laporan detail alur distribusi ke setiap toko dan jaringan ritel modern, memastikan setiap kilogram beras terpantau hingga ke tangan konsumen.

Dengan 10.000 karung beras yang siap edar, stok dinilai cukup memenuhi kebutuhan masyarakat Balikpapan hingga akhir tahun. Bantuan biaya akomodasi dari BAPANAS juga disebut berkontribusi besar dalam menekan harga dan menjaga ketersediaan beras di pasar.

Pengawasan ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir dan serius mengawasi pangan. Harapannya, masyarakat Balikpapan dapat menikmati harga yang stabil, terjangkau, dan tidak dipermainkan oleh oknum di lapangan.(***)

Pos terkait