Gerbang Sekolah Diblokade! Orang Tua Teriak “Stop MBG”, Anak-Anak Disebut Jadi Taruhan

“STOP MBG!” Sekolah Dicekam Aksi Blokade, Orang Tua Ketakutan Anak Jadi Korban

Banjar Negara – Yang seharusnya jadi hari belajar biasa di SDN 4 Krandegan berubah jadi suasana mencekam. Bukan suara bel pelajaran yang terdengar, tapi teriakan protes puluhan wali murid yang menutup rapat gerbang sekolah, Senin 26 Januar 2026.

Sekitar pukul 09.00 WIB, akses masuk sekolah diblokade. Anak-anak tertahan. Guru kebingungan. Situasi mendadak tegang.

Aksi ini dipicu kemarahan orang tua terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut. Program yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi siswa itu justru dituding menghadirkan ancaman baru.

Para wali murid menilai makanan yang dibagikan tidak layak konsumsi dan diragukan standar kesehatannya. Kekhawatiran terbesar mereka sederhana tapi mengerikan: anak-anak bisa terdampak kesehatannya.

“Kami bukan menolak programnya, tapi kalau kualitasnya seperti ini, yang dipertaruhkan kesehatan anak-anak kami,” ujar salah satu orang tua dengan nada emosi.

Blokade gerbang menjadi simbol perlawanan. Orang tua memilih berdiri di depan sekolah, memastikan tidak ada aktivitas MBG berjalan sebelum ada kejelasan. Mereka menuntut evaluasi total, mulai dari kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga pengawasan distribusi.

Yang membuat situasi terasa “seram” bagi para orang tua adalah satu hal: program yang seharusnya melindungi justru dianggap berpotensi membahayakan. Rasa percaya runtuh.

Di dalam sekolah, suasana tak kalah tegang. Siswa menunggu dengan wajah bingung. Guru mencoba menenangkan keadaan. Namun pesan para orang tua sudah jelas  ini bukan protes kecil, ini alarm keras.

Kasus ini menjadi sorotan serius. Sebab jika pengawasan lemah, program berskala besar seperti MBG bisa berubah dari solusi menjadi sumber masalah.

Bagi para orang tua di SDN 4 Krandegan, ini bukan lagi soal kebijakan.
Ini soal keselamatan anak-anak mereka.

Pos terkait